Yes, Ada Sinyal di Mangkau

Mangkau

Demi mendukung program pemerataan jaringan telekomunikasi ke seluruh wilayah nusantara, DTP berjuang menjelajah pelosok tanah air dan menaklukkan tantangan keterbatasan infrasturktur.

Teknologi VSAT yang dimiliki DTP memang sesuai dengan kondisi geografis negeri kepulauan ini. Kali ini, Dusun Mangkau yang terletak jauh di pedalaman Kecamatan Entikong, Kabupatan Sanggau, Provinsi Kalimantan Barat, mendapat gilirannya.

Mengemban amanat untuk melakukan pengadaan BTS (Base Transceiver Station) di daerah-daerah Blankspot yang digagas oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika, dipercaya menghadirkan layanan telekomunikasi di Dusun Mangkau. Tim DTP pun terjun langsung untuk mengirim logistik dan membangun sarana dan prasarana VSAT.

Dari ibukota Kecamatan Entikong, satu-satunya jalan darat menuju Dusun Mangkau adalah jalan terjal tak beraspal yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Bila cuaca bersahabat, sebenarnya jalan tersebut memang bisa ditempuh hanya dalam waktu 2 jam. Namun bila hujan, lantas banjir dan longsor datang, waktu tempuhnya bisa jadi berkali-kali lipat. Dengan banyaknya perlengkapan yang harus dibawa tim DTP, jalan itu pun mustahil ditempuh.

Tim DTP lantas terpaksa mengambil rute mengarungi Sungai Sekayam, dengan bersampan selama 6 jam. Para penumpang sesekali harus turun untuk ikut mendorong sampan yang tersangkut, karena beratnya muatan sementara keadaan sungai sedang menyurut di musim kemarau. Padahal, asap akibat pembukaan lahan dengan pembakaran ketika itu juga sedikit meyesakkan napas anggota rombongan.

Tiba di Dusun Mangkau, tantangan berikutnya yang harus ditaklukkan adalah keterbatasan infrastruktur kelistrikan. Sebagai sumber daya untuk memfungsikan perangkat VSAT itu, tenaga listrik dari surya pun dimanfaatkan. Dengan kegigihan tersebut, akhirnya pembangunan menara VSAT pun berhasil dilakukan dengan baik. Perjuangan berbuah manis, dengan sambutan antusias dari penduduk setempat.”Dulu masyarakat kami sulit untuk berkomunikasi. Dusun Mangkau tidak terjangkau sinyal telepon apalagi internet. Pembangunan menara telekomunikasi dan VSAT di dusun kami sudah terwujud, sehingga kami akan dapat berkomunikasi dengan baik,” ungkap Kepala Dusun Mangkau, Rupinus Say, yang menyaksikan langsung proses instalasi VSAT.

Pengadaan fasilitas jaringan telekomunikasi ini pun diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Khususnya, untuk menunjang pelaksanaaan kegiatan belajar-mengajar yang selama ini kurang dapat berjalan optimal.

“Kami selaku guru sangat kesulitan berkordinasi dengan pihak dinas pendidikan yang ada di Entikong. Selama ini penyerahan data dan lainnya membutuhkan 2 hari. Belum lagi biaya mahal yang kami persiapkan untuk operator khusus di Entikong dalam rangka mengirimkan data-data tersebut,” cerita Ateng, guru SDN 07 Mangkau yang mengajarkan 5 mata pelajaran sekaligus dari kelas 1 hingga 6, yang kini merasa amat terbantu dengan kemudahan akses telekomunikasi.

Komitmen DTP untuk menghadirkan layanan telekomunikasi andal ke seluruh penjuru nusantara memang tak tanggung-tanggung.  Segala proses mulai dari persiapan, instalasi perangkat VSAT, hingga operasional dan pemeliharaan mendapat perhatian khusus. Sehingga, tantangan apapun dapat diantisipasi demi akses telekomunikasi yang menjangkau hingga pelosok negeri.

“Kami begitu bangga karena telah berkontribusi bagi kemajuan pemerataan jaringan telekomunikasi ke seluruh daerah di Indonesia, sampai ke daerah terpencil. Kami berharap tersedianya akses telekomunikasi ini dapat membantu banyak orang, terutama untuk anak-anak yang masih bersekolah agar dapat menunjang kegiatan belajar dan mengajar,” Michael Alifen, Direktur DTP menuturkan.

Tak berhenti di Mangkau, pengadaan BTS di daerah-daerah Blankspot akan terus berlanjut ke daerah-daerah pelosok lain yang selama ini tak terjamah jaringan GSM. Bekerjasama dengan Kemkominfo dan Tekomsel sebagai penyedia layanan seluler GSM, DTP siap memasang perangkat VSAT di berbagai penjuru negeri untuk kemudahan transmisi jaringan telepon selular GSM.