Sosialisasi E-Learning di Wilayah 3T

csr-uso

Mewujudkan Indonesia gemilang dengan generasi emasnya nampaknya akan terwujud, setidaknya dalam satu dekade ke depan. Dalam sebuah survey yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) baru-baru ini, Indonesia akan memiliki tambahan demografi pada tahun 2020-2035.

Hal ini berarti Indonesia akan surplus jumlah penduduk usia produktif dan berimbas pada lajunya gairah perekonomian karena lonjakan penduduk di usia produktif (rentang 15 sampai 64 tahun) akan mencapai 271 juta jiwa dan sekitar 64 persennya merupakan usia produktif.

Lonjakan penduduk ini selain berpotensi menggairahkan geliat ekonomi, namun juga bisa menjadi beban apabila pemerintah tidak bisa menyediakan akses pendidikan yang merupakan salah satu kebutuhan primer dalam membangun generasi yang kuat.

Indonesia saat ini masih berjuang untuk menguntai kusutnya kompetensi pengajar, infrastruktur sekolah yang tidak memadai hingga minimnya ketersediaan bahan ajar. Dan silang sengkarut di dunia pendidikan ini tidak akan reda jika menunjuk satu pihak saja.

Bersama dengan Badan Aksebilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah, DTP menyelenggarakan road show pengenalan aplikasi E-learning Sahabat USO di empat sekolah di pulau Sumatera dan Kalimantan dari tanggal 30 Juli hingga 3 Agustus 2018.

Tim Care DTP berangkat dengan misi untuk memaksimalkan penggunaan internet di tiga sekolah menengah umum dan satu sekolah menengah kejuruan dengan cara memberikan seperangkat alat penunjang belajar aplikasi E-learning Sahabat USO seperti infocus, layar setinggi dua meter, Raspberry, sound system dan web cam.

Sekolah pertama yang dikunjungi adalah SMAN 1 Sungkai Selatan, Kotabumi,Lampung Utara. Sekolah yang dikepalai oleh Dra.Hj.Tina Riyanti,M.Pd ini, telah menerima bantuan akses internet dari BAKTI sejak tahun 2015.

Berjarak 20 kilometer dari Kabupaten, SMAN 1 Sungkai Selatan merasakan betul hibah internet yang diberikan BAKTI dan dikelola oleh DTP. Efek adanya internet ini secara tak langsung mengubah pola belajar para siswa yang sebagian besar berasal dari luar Sungkai Selatan.

“Adanya internet ini membuat mereka (para pelajar) lebih terbuka pikirannya akan perkembangan teknologi saat ini. Cara belajar dan pengetahuan pun menjadi lebih cepat didapat karena dibantu dengan Google,”  jelas Tina Riyanti.

Meski uji coba aplikasi E-Learning Sahabat USO via live streaming berjalan kurang maksimal di hari pertama ini, namun para pelajar SMAN 1 Sungkai Selatan ini  sangat antusias karena hadirnya metode pembelajaran yang baru.

Kesederhanaan SMAN 1 Air Hitam Lampung Barat

Seperti halnya sebuah sesi belajar yang berjalan dua arah. Dalam road show kali ini, bukan hanya pihak sekolah saja yang mendapat sudut pandang baru, tim Care DTP juga mendapatkan sudut pandang baru.

SMAN 1 Air Hitam lebih lekat pada kesederhanaan yang meneduhkan. Sekolah ini meyediakan tiga ruang kelas yang menampung tak lebih dari 100 siswa siswi yang sebagian besar anak dari buruh kopi harian. Kurangnya pemaksimalan akses internet selain karena masalah listrik yang kurang stabil, namun juga tidak adanya unit komputer di sekolah.

Namun keterbatasan itu tidak menyurutkan semangat para pelajar untuk menggali ilmu pelajaran. Ketika waktu istirahat tiba, mereka yang memiliki gawai berkumpul di dekat antena DTP, memperluas cakrawala dunia lewat dunia maya bersama.

Terlihat hanya tujuh siswa dari keseluruhan warga sekolah yang memiliki gawai dan memanfaatkannya untuk mencari bahan pelajaran yang tidak bisa diakses karena keterbatasan bahan ajar berupa buku pelajaran, seperti yang dituturkan oleh Rieke Valianty siswi kelas X IPA 1.

“Saya sangat senang dengan kehadiran internet karena bisa membantu mencari bahan-bahan pelajaran yang tidak bisa kita cari lewat buku. Terlebih dengan diperkenalkannya aplikasi e-learning sahabat uso dan alat-alat penunjang yang telah diberikan, sangat bagus. Semoga bisa dimanfaatkan secara positif,” tutup  Rieke.

Dari SMAN1 Air Hitam, tim Care DTP meneladani bahwa keterbasan bukan rintangan untuk memperluas cakrawala pengetahuan.

Semarak di Kalimantan Barat  

Tuntas melakukan sosialisasi di Lampung Utara, Tim Care DTP melanjutkan perjalanan berikutnya. Satu sekolah menengah atas dan satu sekolah menengah kejuruan di daerah Kalimantan Barat.

Sambutan hangat dari para guru dan siswa siswi kami dapatkan saat menginjakkan kaki di SMAN 1 Capkala, Bengkayang, Kalimantan Barat. Suasana penuh semangat meliputi koridor selama sosialisasi aplikasi E-Learning Sahabat USO berlangsung.

Lebih dari 50 siswa siswi sudah menanti dengan antusias saat kami melakukan persiapan presentasi. Kegiatan ini juga menjadi momen untuk berbagi pengalaman mereka di akun instagram @DTPNetid milik DTP.

Sosialisasi Aplikasi E-Learning Sahabat USO berjalan dengan semarak seiring dengan penjelasan yang dilakukan oleh tim dari Jakarta via video streaming. Suasana kian cair saat diadakan lomba yang berhadiah pernak pernik DTP.

Pemanfaatan internet di SMAN1 Capkala adalah yang paling tinggi di antara empat sekolah yang dikunjungi. Para siswa dan siswi sudah sadar tentang pentingnya internet. Ketua OSIS, Silvanus Boyke yang didampingi sekretarisnya, Aprianus Lolen bercerita bahwa dengan internet, sistem belajar mengalami perubahan.

“Pernah suatu hari guru kami tidak hadir ke sekolah. Nah karena adanya internet di sekolah kami, maka metode belajar dan ilmu baru bisa kami peroleh. Dan yang pasti mempermudah karena kami bisa menggunakan internet ini untuk aplikasi bimbel online,” jelas Silvanus.

“Kami sangat berterima kasih kepada kakak-kakak DTP yang telah mengenalkan kami dengan E-Learning. Sebab kehadiran E-Learning ini menambah pengetahuan kami, terlebih dalam E-Learning ini kami bisa memilih mata pelajaran yang kami sukai, seperti cara membuat website,” sambung Aprianus.

Tanggal 3 Agustus 2018 menjadi hari terakhir Tim Care DTP untuk kegiatan CSR sekaligus sosialiasi E-Learning Sahabat USO di Kalimantan Barat dan Sekolah terakhir yang kami kunjungi adalah SMKN 1 Monterado.

Acara sempat terhenti sejenak saat terjadi pemadaman listrik di tengah persiapan telekonferensi dengan tim di Jakarta. Namun tak lama berselang, acara kembali dilanjutkan karena listrik sudah kembali menyala. Tercatat ada dua tempat yang kami kunjungi bermasalah dengan listrik dan menjadi faktor tidak optimalnya penggunaan internet.

Sekolah menengah kejuruan ini mendapat bantuan internet sejak tahun 2016. Sejak saat itu, hadirnya internet dari DTP membuat pihak sekolah merasakan efisiensi waktu dan jarak karena untuk mengerjakan sesuatu harus keluar dari Monterado dan berkunjung ke kota yang lebih besar seperti Singkawang.

“Sekarang kegiatan belajar mengajar menjadi lebih lancar. Sebab internet ini membantu kami terutama saat mata pelajaran produktif yang sayangnya kami tak bisa mendapatkan buku ajar karena beberapa penerbit enggan untuk menerbitkan buku-buku penerbit dan hal itu menyulitkan kami. Maka dengan adanya internet dan e-learning ini, kami sangat terbantu. Terima kasih DTP,” jelas Muntuh S.pd selaku kepala sekolah SMKN 1 Monterado.

Sementara Via Young selaku DTP Government Relation Specialist berharap bahwa road show kali ini bisa memberikan impak yang baik tentang penggunaan internet dan juga E-Learning Sahabat USO ini bisa menjadi alternatif cara belajar.

“Kami berharap dengan adanya roadshow e-learning sahabat uso, setiap sekolah yang kami kunjungi ini dapat menggunakan fasilitas CSR yang telah kami berikan dengan baik dan bijkasana sesuai dengan kebutuhan pendidikan, serta pemakaian internet menjadi maksimal seperti yang di harapkan oleh BAKTI Kominfo,” tutup Via Young.