Menkominfo Saksikan BuanterSat Nge-gas Di SMA 1 Krayan

dsc02000-edit

Nawacita Presiden Joko Widodo salah satunya adalah membangun dari pinggiran yang juga termasuk di dalam wilayah 3T yakni tertinggal, terdepan dan terluar Indonesia. Pembangunan infrastruktur fisik sedang menggeliat, termasuk pembangunan jaringan akses internet atau tol langit melalui Palapa Ring.

Karena banyak daerah yang belum tersentuh dengan fasilitas tol langit ini, menjadi tugas DTP untuk menyentuh desa tertinggal, desa terpencil, daerah rintisan dan daerah yang tidak layak secara ekonomis serta wilayah yang belum terjangkau akses dan layanan telekomunikasi.

Salah satu daerah terpencil itu bernama Krayan. Sebuah kecamatan di Kabupaten Nunukan di Kalimantan Utara yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia. Adapun pusat pemerintahannya ada di Long Bawan, untuk menuju ke sana Tim Care DTP melakukan perjalanan yang cukup panjang. Dari Jakarta terbang menuju Tarakan, yakni Bandar Udara Internasional Juwata.

Perjalanan untuk mencapai kecamatan ini harus ditempuh melalui transportasi udara melalui penerbangan dari Bandara Tarakan maupun Nunukan ke bandara perintis Long Bawan Yuvai Semaring menggunakan pesawat kecil berjenis Cessna. Beberapa waktu yang lalu (30/08) Menteri Kominfo saat itu Rudiantara melakukan peninjauan terhadap akses Internet di Krayan, Kalimantan Utara.

Kunjungan ini merupakan rangkaian program ‘Digitalisasi di Perbatasan’ yang sehari sebelumnya diluncurkan di Tarakan. Kunjungan ke SMA Negeri 1 Krayan yang merupakan site yang DTP kelola ini menjadi ajang untuk menunjukkan akses internet berkecepatan tinggi dari program USO.

Layanan Buantersat yang menggunakan frekuensi KU-Band menopang kegiatan pendidikan SMA Negeri 1 Krayan ini selama tiga tahun terakhir, termasuk dalam penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Kunjungan Rudiantara yang didampingi oleh Gubernur Kaltara Dr. H Irianto Lambrie dan Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Anang Latif.

Rudiantara disambut dengan prosesi adat serta mendapat gelar adat Dayak Lundayeh yang merupakan suku asli daerah tersebut, Pun Pudut Tutum Bala arti pelopor dalam pembangunan dan membuka akses informasi untuk masyarakat di perbatasan. Dalam kesempatan ini juga DTP memberikan bantuan Corporate Social Responsibility berupa lima unit laptop untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut. Dalam kesempatan yang sama Rudiantara juga menyempatkan diri untuk melihat kegiatan belajar, via live streaming e-learning.

Kegiatan belajar e-learning ini merupakan suatu konsep pendidikan yang memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar. Aplikasi e-learning bahasa Inggris secara live streaming ini sangat bermanfaat bagi para pelajar, sebab meskipun tenaga pengajarnya tidak hadir di kelas, para pelajar tetap bisa bertatap muka melalui layar proyektor sehingga terjadi sistem belajar dua arah.

Disaksikan oleh Rudiantara dan para wartawan yang meliput, Aplikasi e-learning bahasa inggris ini berjalan lancar dan stabil tanpa buffer. Stabilnya koneksi ini karena menggunakan Internet layanan BuanterSat DTP yang memang diperuntukkan di daerah perbatasan yang tidak terjangkau dengan koneksi Internet.

Imanuel JPN selaku Project Manager mengatakan, “ini merupakan salah satu site yang layanannya menggunakan Buantersat Ku-Band DTP, yang dapat memenuhi kebutuhan akses data besar dengan kecepatan tinggi. Terbukti ketika digunakan dalam aplikasi live streaming e-learning dari SMA 1 Negeri Krayan ke Jakarta akses internet sangat stabil dan lancar, sehingga para siswa menikmati layanan tersebut.

Kami dari DTP sebagai mitra Bakti Kominfo siap melayani kebutuhan masyarakat di pelosok negeri,” jelas Imanuel. Keberadaan layanan Buantersat untuk sekolah dan dunia pendidikan dipelosok menjadi komitmen DTP untuk mencerdaskan anak bangsa, hal ini terwujud berkat kemitraan Bakti Kominfo dan DTP dalam pemerataan akses Internet di seluruh pelosok negeri.