Layanan Buantersat Perkuat Konektivitas di Daerah 3T

layanan-buantersat

Berdasarkan data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2017, pengguna internet di wilayah Maluku-Papua hanya 2,49 persen. Penetrasi warga Papua menjadi yang terendah  dibanding wilayah lainnya, yang hanya menyentuh angka 41,98 persen.

Untuk menjembatani kesenjangan itu, BAKTI menggandeng DTP untuk meningkatkan utilisasi internet dengan pemasangan akses internet menggunakan VSAT. Mengusung inovasi bernama Buantersat, BAKTI yang memberikan mandat kepada DTP merampungkan 20 site di berbagai instansi yang berada di Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua.

Jaringan internet dengan teknologi VSAT Ku-Band ini, menggunakan perangkat yang lebih kompak sekaligus menawarkan throughput bandwidth yang sangat besar. Jauh sebelum menggunakan frekuensi Ku-band, DTP mengandalkan satelit C band Apstar 6C dan Apstar 9.

Untuk Buantersat,  satelit yang digunakan yakni Koreasat 7 dan Measat 3A, masing-masing satelit dapat menghasilkan kapasitas kurang lebih 1 Gbps. Kolaborasi VSAT C Band dan Ku Band dapat melayani kebutuhan telekomunikasi masyarakat di Indonesia.

Mengingat letak geografis Indonesia yang masih sulit dijangkau dengan fiber optik, Buantersat menjadi solusi tepat untuk menembus keterbatasan ruang gerak komunikasi di pelosok daerah dan terpencil.

Satelit dengan sistem frekuensi Ku-Band ini memiliki benefit minim gangguan oleh interferensi sistem terestrial gelombang mikro. Karena rentang frekuensinya hanya dialokasikan secara eksklusif untuk penggunanan sistem komunikasi satelit.

DTP sebagai Mitra BAKTI juga berkomitmen memberi yang terbaik dalam mengembangkan infrastruktur teknologi telekomunikasi, hingga kini kurang lebih 800 site aktif yang tersebar di seluruh daerah di Indonesia. Bukan hanya itu, DTP pun telah memiliki tenaga ahli yang berpengalaman dengan 5 VSAT specialist, 60 lebih VSAT field engineer, 50 VSAT civil engineer.

Migrasi C Band ke Ku Band

DTP merupakan perusahaan telekomunikasi yang berpengalaman dan sejak lama telah menggunakan Very Small Aperture Terminal (VSAT), sebagai layanan utama dalam berkonstribusi pembangunan di pelosok daerah yang memerlukan layanan internet dan komunikasi lainnya.

Pertama kali produk layanan VSAT DTP diluncurkan tahun 2006 dengan nama IDnet, layanan ini menggunakan satelit Apstar 6. Seiring pesatnya jumlah pelanggan jaringan VSAT DTP  yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, pada tahun 2015 DTP membangun infrastruktur VSAT Hub baru berdiameter 11 meter di Gedung Cyber yang merupakan pusat jaringan internet terbesar di Indonesia.

Penambahan antena 11 meter ini melengkapi antenna Hub yang berukuran 9 meter yang lebih dulu terpasang.  Semua Hub tersebut beroperasi di frekuensi C Band yang memiliki masa operasional kurang dari 15 tahun.

DI tahun ini DTP melakukan ekspansi melalui penambahan antena baru berfrekuensi Ku Band yang berlokasi di Cimanggis untuk memenuhi kebutuhan pelanggannya. Dengan nama Buantersat diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan VSAT DTP, sehingga bisa mencakup lebih luas lagi terutama wilayah timur Indonesia. Besar harapan dengan layanan Buantersat ini dapat dinikmati bukan hanya di wilayah Kabupaten Yahukimo saja, namun seluruh kabupaten dan kota yang belum tersambung jaringan telekomunikasi dan internet di Indonesia.

Keduanya VSAT Ku Band dan C Band memiliki keunggulan masing-masing dalam menghantarkan gelombang frekuensinya. Pada umumnya VSAT Ku Band melayani kebutuhan dalam bisnis seperti penerbitan, penyiaran satelit televisi, direct broadcast television, sinyal telepon dan layanan komunikasi bisnis lainnya.

Berikut keunggulan Ku band dan C Band

Ku Band

Sinyal : Rentan terhadap hujan, sinyal turun hanya sekitar 6-10 dB

Beam : Multiple spot beam, kapasitas tinggi

Interferensi : Terhadap terestrial lebih rendah

Perangkat : Hanya membutuhkan antena yang cukup kecil dan minim konsumsi listrik

C Band

Sinyal : Stabil di kala hujan, sinyal turun hanya sekitar 0.4-1 dB

Beam : Single shape beam, kapasitas rendah

Interferensi : Terhadap terestrial lebih tinggi

Perangkat : Membutuhkan antena dan daya listrik besar

Keduanya memiliki keunggulan masing-masing, tetapi dalam penggunaannya tergantung pada kebutuhan perusahaan dan layanan yang cocok dengan kegiatan bisnis pelanggan. Bukan hanya itu, kegiatan pemerintahan juga dapat diterapkan untuk melayani pelayanan publik bagi pemerintah daerah maupun kota.

iDirect IQ Series Satellite Router

Di Indonesia yang memiliki banyak pulau dan tempat-tempat terpencil, internet satelit cocok digunakan dalam segala bidang, teknologi ini mampu memberikan kelancaran kegiatan komunikasi baik video, suara dan data.

VSAT DTP akan memberikan pengalaman terbaik dalam menjalankan bisnis maupun komunikasi yang lancar meski berada di wilayah terpencil yang infraktruktur teknologinya kurang. DTP bukan hanya sekadar menambah layanan, namun juga meningkatkan dari sisi perangkat yang digunakan.  VSAT DTP Buantersat memakai perangkat terbaru yang mudah diaplikasikan.

Teknologi layanan VSAT Buantersat memakai spektrum Ku-Band menggunakan Hub sistem DVB-S2X terbaru dari iDirect yang ditempatkan di DTP Techno Park Cimanggis. Sistem DVB-S2X ini mampu mengirimkan data lebih cepat hingga 500 Mbps dibandingkan teknologi sistem sebelumnya.

Adapun perangkat untuk tiap-tiap site  menggunakan iDirect Desktop iQ Series versi Evolution. iDirect iQ Series Evolution merupakan router sistem komunikasi satelit yang berbasis IP, yang dirancang untuk konektivitas dengan kualitas tinggi.

Desain perangkat yang kompak memudahkan para teknisi untuk lakukan instalasi saat pemasangan baru, pergantian perangkat hingga kegiatan pemiliharaan rutin. Dengan dimensi 4.78 cm x 11.45 x 18.26 cm dan bobot hanya 0.37 kg memudahkan dibawa oleh teknisi di lapangan.

Kehadiran Ku Band akan jadi portofolio terbaik DTP yang dipilih oleh pelanggan baik sektor pemerintah maupun swasta yang membutuhkan komunikasi suara, video dan data di mana saja dan kapan saja dalam menghadirkan internet stabil dan lancar.