Festival Hudoq 2018

Festival Hudoq 2018

Luasnya daratan Kalimantan menyimpan berbagai budaya, etnis dan sajian hutan tropis yang eksotik. Ragam budayanya sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat Dayak terutama Dayak Bahau dan Kayan, termasuk bagimana menghargai alam yang diberikan oleh Tuhan patut untuk disyukuri. Hingga cara mereka menanam dan memanen hasil mereka bertani.

Dalam menyambut musim tanam masyarakat Dayak Bahau dan Kayan di Mahakam Ulu memiliki tradisi yang menarik, yakni proses Menugal yang berarti menanam padi, Nugal memiliki makna filosofi kebersamaan dan kekeluargaan.

Nugal ini satu rangkaian acara dalam Festival Hudoq 2018 bertajuk Cross Border yang diadakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mahakam Ulu pada 23-27 Oktober 2018 di Ujoh Bilang.

Tim care DTP menyusuri sungai Mahakam yang memiliki panjang 920 km untuk mendukung pagelaran Festival Hudoq 2018 ini, dukungan ini terjalin berkat kemitraan yang telah dibangun DTP dan Pemkab Makaham Ulu dalam kebutuhan jaringan internet VSAT di 20 situs VSAT mulai dari kantor Bupati, Puskesmes hingga sekolah sejak lama.

Sebesar 8 Mbps yang dapat dipergunakan oleh masyarakat yang berada di lapangan rakyat di Ujoh Bilang,  untuk memenuhi fasilitas layanan Internet dengan wifi gratis yang diberikan DTP sepanjang pagelaran Festival Hudoq Cross Border 2018.

Dalam Festival Hudoq 2018 ini langsung dihadiri dan dibuka oleh Bupati Kabupaten Mahakam Ulu Bonifasius Belawan Geh, SH. dalam pembukaannya Bonifasius mengatakan “Kita harus gigih dan semangat dalam menciptakan warna dan inovasi baru ketika melestarikan kebudayaan di Mahakam Ulu, sehingga tidak hilang ditelan oleh zaman. Pada saatnya nanti anak cucu kita akan menikmati manfaat dari kebudayaan ini.” Terangnya.

Pemukulan alat musik seperti Tuvung, Tawak dan Gong oleh Bupati Mahulu Bonifasius Belawan Geh, menandai Festival Hudoq 2018 resmi dibuka. Acara ini juga disaksikan oleh Ketua DPRD Mahulu Novita Bulan, Kabid Pemasaran Area 3 Kalimantan, Sabah, Serawak dan Brunei, dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar) RI, Sapto Haryono.

Alunan tuvung yang terkadang bertempo sedang dan cepat mengiring 2.000-an penari dengan topeng Hudoq, hentakan kaki seraya gerakan kepala menoleh kanan dan kiri. Penari Hudoq dengan lincah berbaris mengelilingi luas lapangan sekali mengepakan tangan ke atas dan ke bawah bak seekor burung. Menurut kepercayaan topeng Hudoq merupakan respresentasi roh yang disebut dalam bahasa lokal Tol Jeliwan Tok Hudoq. Jeliwan berarti ular kobra, Tok berarti ruh dan Hudoq memiliki arti topeng. Para penari Hudoq dalam ritual ini berperan sebagai penjaga gerbang perbatasan kayangan dan bumi.

DTP memiliki visi yang sama dengan pemerintahan Kabupatena Mahakam Ulu yang ingin terus memeilihara nilai-nilai luhur kearifan lokal. DTP juga berkomitmen untuk menjadi mitra bagi Pemkab. Mahakam Ulu untuk memajukan masyarakatnya dengan dukungan teknologi yang dimiliki DTP. (M/A)