DTP Dorong Edukasi Berbasis Teknologi

unbk

Percepatan teknologi bukan hanya milik dunia industri, namun juga dunia pendidikan yang nantinya diharapkan bisa melahirkan inovasi. Selain memberi kemudahan, teknologi juga memberikan hal yang paling dibutuhkan di era modern, yaitu efisiensi waktu.

Salah satu keterlibatan teknologi di dunia pendidikan adalah Komputerisasi Ujian Nasional atau Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang mulai diuji ke publik di tahun 2013 sebagai modernisasi layanan pendidikan. UNBK juga menjadi jawaban atas kendala di tahun-tahun sebelumnya yang selalu berkutat pada distribusi logistik lembar soal.

Namun metode ujian secara daring yang diresmikan di tahun 2015 ini bukan tanpa kendala. Sebaran 17 ribu lebih pulau di Indonesia menjadikan tidak semua sekolah memiliki alat-alat dan infrastruktur yang mumpuni untuk melaksanakan UNBK.

Di tengah kendala teknis, Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi mengingatkan UNBK penting sebagai tolak ukur integritas, baik peserta didik maupun sekolah di Indonesia.

“Kenapa UNBK perlu dilakukan seluruh di Indonesia, supaya tingkat integritas kita naik signifikan. Sekarang sudah naik walaupun di SMP baru 83 persen, tapi tahun depan kami berharap 100 persen,” ujar Didik Suhardi.

Kolaborasi Internet Satelit dan Pendidikan

Keterlibatan DTP dalam membangun infrastruktur internet satelit untuk sekolah-sekolah di pelosok Indonesia tidak terlepas dari kemitraan bersama Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo, yang menjalankan misi memberikan layanan kewajiban pelayanan universal yang berkualitas dan tepat sasaran dalam rangka mengatasi kesenjangan digital di Indonesia.

Internet satelit telah memberikan kontribusi besar dalam kemajuan di berbagai sektor termasuk pendidikan. Di dunia pendidikan, Internet dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah terutama pada daerah terpencil, terluar, dan tertinggal (3T).

Dengan adanya Internet, keterbatasan meraih sumber literasi yang sebelumnya dirasakan para siswa dan guru, kini mereka bisa dengan lebih mudah mendapat literasi informasi dan bahan materi sekolah yang terbarukan, termasuk menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Sejak 2015 Bakti dan DTP berkolaborasi membangun 84 layanan akses internet dengan teknologi VSAT untuk sekolah-sekolah yang ada di pelosok negeri dan belum terjangkau infrastruktur optik serat.

Yudi Harrtono sebagai Project Admin DTP menjelaskan dalam persiapan UNBK, DTP memastikan semua jaringan Internet dalam keadaan normal dan berkoordinasi dengan tim Technical Operation Center (TOC) dan tim Care untuk memastikan kelancaran jaringan akses Internet atau permintaan dari beberapa pihak sekolah yang meminta untuk upgrade bandwidth.

“Tidak jarang ada yang juga yang meminta langsung ke pihak DTP dan berkordinasi dengan Pustekkom Pusat, untuk upgrade bandwidth untuk antisipasi pelaksanaan UNBK,” tambah Yudi Harrtono.

Ketersediaan sumber listrik menjadi kendala teknis yang “biasa” ditemui saat pelaksanaan UNBK, dan untuk mengatasi ini pihak sekolah harus menyewa genset agar pasokan listrik bisa stabil. Permasalahan lainnya adalah jumlah peserta UNBK yang melebihi jumlah perangkat membuat pihak sekolah harus menambah perangkat.

Menurut data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan peserta ujian nasional SMP dan SMA/SMK sebanyak 8,3 juta dan hanya 91% dari seluruh peserta UN akan melaksanakan UNBK tahun 2018/2019 di seluruh Indonesia, tim DTP sudah mengantisipasi sebelum pelaksanaan UNBK serempak baik SMP dan SMA di seluruh Indonesia. Dalam empat tahun kerjasama menjadi mitra Bakti, DTP telah menjadi penyedia serta pengelola 158 site dan akses Internet di sekolah yang berada di daerah 3T.

Ketersediaan akses Internet untuk UNBK 2019 kali ini, dirasakan oleh Ahmad Tuah selaku pengelola laboratorium komputer di SMA Negeri 1 Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah. “Penyelenggaraan UNBK berjalan lancar terutama akses Internet, kami juga mengantisipasi untuk sumber listrik tidak stabil saat pelaksanaan. Maka kami menyewa genset sebagai alternatif jika asupan listrik tidak maksimal pada penyelenggaraan UNBK,”ungkap Ahmad.

Selain sebagai pengelola laboratorium komputer untuk SMAN 1 Seram Utara, Ahmad juga merangkap teknisi penyelenggaraan UNBK di beberapa sekolah, untuk memastikan pelaksanaan sebelum maupun sesudah UNBK berjalan baik dan lancar. Ahmad berharap kontribusinya bisa membuat peserta didik dapat lulus sesuai dengan harapannya.

Akses internet gratis untuk sekolah ini memberikan manfaat luas, bukan hanya untuk UNBK saja namun kegiatan belajar mengajar lainnya sehingga transfer ilmu ke daerah sekolah yang tidak terjangkau internet mendapatkan informasi dan literasi yang bermanfaat.

Selain membuka cakrawala edukasi, akses internet bisa memberikan alternatif metode pembelajaran. DTP turut mencerdaskan anak bangsa dengan mengadakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Aplikasi E-learning USO 2.0 salah satunya bertujuan memaksimalkan penggunaan internet bagi peserta didik dan guru di beberapa sekolah di pelosok Indonesia. (M/A)