DTP Cimanggis, Next Big Thing

DTP Cimanggis

“DTP Cimanggis ini berawal dari mimpi sederhana. Sesederhana  ingin memindahkan teleport yang tidak lagi bisa ditampung“ Michael Alifen –.

Bermula di tahun 1985 saat Ir. Sugeng Alifen memutuskan untuk memulai bisnisnya sendiri, menyediakan alat komunikasi untuk Dinas Lalu Lintas Surabaya, DTP terus berevolusi melebarkan sayap tanpa meninggalkan inti bisnisnya, komunikasi. Mengarungi milenium baru tepatnya di tahun 2001, DTP menjadi salah satu generasi pertama penyedia layanan NAP (Network Access Point) sekaligus berkomitmen untuk memberikan solusi backbone internet berkualitas untuk para ISP (Internet Service Provider).

Di tahun yang sama, atas prakarsa Michael Alifen, lahirlah Datacenter dengan konsep ekonomis yang bernama Graha Sarana Data atau lebih dikenal dengan ‘GSD’ yang berlokasi di rubanah Gedung Cyber 1. Konsep Datacenter ekonomis ini, nantinya diikuti oleh perusahaan lain untuk membuat Datacenter yang serupa. Setelah menambah dua Datacenter di Gedung Cyber dan Gedung TIFA, hadir Datacenter premium berstandar Tier III yang terletak di lobi Gedung Cyber 1 dengan nama GSD? (ALPHA) di  tahun 2016 yang menandai status DTP sebagai salah satu pemain besar NAP Indonesia.

Selain Datacenter, DTP juga fokus  dengan layanan VSAT (Very Small Aperture Terminal)   yang  memanfaatkan teknologi TDMA (Time Division Multiple Access) berdasarkan Internet Protocol (IP) yang dapat bisa digunakan untuk beragam kegiatan bisnis, seperti komunikasi data, suara, dan video untuk ditempatkan di kantor-kantor cabang yang berada di pelosok Nusantara.

Tonggak awal DTP sebagai salah  satu pemain besar VSAT di Indonesia adalah saat mendirikan hub satelit untuk menggarap pengadaan jasa internet menggunakan VSAT untuk kantor pengolahan data Kota Tarakan, Kalimantan Timur. Sejak saat itu, layanan IDNet telah membantu mewujudkan mimpi anak negeri. Memotong jarak untuk merajut koneksi dari barat hingga ke timur Indonesia. IDnet telah membangun ratusan site milik,korporasi dan juga pemerintah. Di tahun 2019 tercatat sudah 1.000 VSAT yang aktif beroperasi di site-site terpencil di seluruh penjuru,negeri, menghantarkan layanan data hingga 2 Gbps melalu sambungan satelit baik melalui frekuensi C-Band maupun Ku-Band.

Komitmen DTP Cimanggis Beri Yang Terbaik

Ada sebuah adagium latin yang berbunyi “Amat Victoria Curam” yang jika diterjemahkan kira-kira berarti kesuksesan datang dari persiapan yang matang. Untuk memberikan hasil yang terbaik kepada pelanggan, DTP mempersiapkan dengan saksama. Permintaan dan pergeseran konsumsi jasa telekomunikasi terus mengalami perubahan. Dari hasil survei di tahun 2018 yang dilakukan oleh APJII (Asosisasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia) menunjukkan adanya peningkatan nyaris sebesar 28 juta pengguna internet baru.

Angka di atas termasuk penetrasi internet Indonesia di tahun 2018 berdasarkan pengguna internet aktif di daerah rural yang mencapai  61,6% dan hanya menyisakan angka 25,9% yang bukan pengguna internet. Atas pengalaman selama bertahun-tahun dan data-data inilah, DTP menghadirkan layanan baru bernama BuanterSat yang mengusung teknologi VSAT Ku-Band, menggunakan perangkat yang lebih subtil sekaligus menawarkan throughput bandwidth yang besar.

Lebih lanjut lagi tentang BuanterSat, layanan yang  beroperasi dengan frekuensi Ku-band ini menggunakan satelit Measat 3a yang dilucurkan pada  tahun 2009 dan KoreaSat 7 yang hadir  di tahun 2017.  Untuk jangkauan sinyal di daerah Indonesia bagian timur, baik Measat 3a dan Koreasat 7 memiliki  kekuatan transmisi yang tinggi dan beroperasi hingga lebih dari 15 tahun.

Layanan BuanterSat didukung penuh oleh fasilitas dan komponen yang mumpuni dan semuanya berada di DTP Cimanggis. Terletak di tanah seluas 1,2 Ha, di Tapos, Depok, Jawa Barat, DTP Cimanggis mengoperasikan 2 buah antena berukuran 9 meter sebagai Hub utama dan juga 2 buah standby backup antenna yang siap beroperasi kapan pun diperlukan.