Bakti Rangkul DTP Sukseskan UNBK di Halmahera Timur

dtp-edit-1

Berada di daerah yang dikelilingi oleh lautan, Kabupaten Halmahera Timur tidak membuat daerah dengan luas  6.506,19 km2 ini asing dengan teknologi. Sebaliknya, penghuninya terbiasa dengan dunia yang kini semakin digital. Entah untuk urusan pekerjaan, pendidikan hingga sosial media, warga sekitar Wasile sangat memaksimalkan jaringan telekomunikasi internet yang baru hadir tiga tahun silam.

BAKTI selaku pengelola program USO menunjuk DTP untuk membantu melakukan pemerataan akses internet di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal). Beberapa sekolah yang berlokasi di Halmahera Timur sudah menikmati fasilitas internet dari program ini, termasuk tiga site yang dikunjungi oleh tim care DTP bersama BAKTI, yakni SMPN 2 Wasile, SMPN 1 Wasile dan SMPN 1 Maba.

Keberhasilan sebuah program bisa terjadi karena adanya eksekusi dan evaluasi yang berkesinambungan. Mengalami kesulitan di tahun pertama, di tahun 2018 ini SMPN 2 Wasile telah berbenah diri dengan menghadirkan sumber listrik dan fasilitas internet yang lebih mumpuni.

“Ini merupakan tahun kedua SMPN 2 Wasile mengadakan UNBK, kali ini kami sangat siap karena pada pengalaman sebelumnya, kami telah mengadakan evaluasi persiapan dan pelaksanaan UNBK yang akan berlangsung tanggal 23-26 April 2018,” jelas Sugiyono, Lc, sebagai kepala laboratorium TIK SMPN 2 Wasile.

Dengan hadirnya fasilitas internet ini, pemanfaatannya bukan hanya saat pelaksanaan UNBK, tapi juga kegiatan belajar mengajar para guru dan siswa yang kian mudah dalam mencari referensi bahan ajar ataupun literasi-literasi  ilmu yang tidak ada bentuk fisiknya.

“Kami sangat terbantu dengan adanya fasilitas internet yang disediakan oleh pemerintah melalui BAKTI dan DTP. Saya selaku guru dengan mudah mencari materi yang kami butuhkan sebagai bahan ajaran kepada siswa. Demikian dengan siswa, mampu mencari materi tugas yang kami berikan. Harapan kami kehadiran Internet di sekolah dapat mencerdaskan anak didik kami sehingga dapat meraih cita dan membangun daerahnya dengan maju,” ungkap Dornita Londo S.si sebagai guru IPS Terpadu SMPN 1 Maba.

Manfaat internet juga dirasakan betul oleh siswi kelas 9 SMPN 1 Maba, Ekkiesia Pieters, yang menurut pengakuannya menjelang UNBK ia dan temannya terbantu mencari materi pelajaran yang akan muncul di UNBK, sehingga ia lebih siap untuk menghadapi ujian kali ini.

“Dengan internet saya dapat mencari bahan pelajaran yang dibutuhkan. Untuk persiapan UNBK, saya harap dapat lulus dengan hasil yang memuaskan,” tutur Kiesia panggilan akrabnya.

Tidak begitu jauh dengan dua sekolah sebelumnya,  kehidupan belajar mengajar di SMPN 1 Wasile sebelum hadirnya internet, menjadikan para guru dan pelajarnya hanya mengandalkan buku modul dan sumber lainnya yang ada di perpustakaan. Namun dengan adanya Internet segala keterbatasan itu patah, sebab mereka kini lebih mudah mencari literasi yang baik untuk bahan ajaran serta memenuhi kurikulum pelajaran saat ini.

Pemanfaatan Internet di Halmahera Timur sangat membantu para guru dan siswa dalam menghadapi UNBK dan dunia pendidikan pada umumnya, DTP akan terus memperluas penyediaan fasilitas internet untuk dunia pendidikan di seluruh wilayah nusantara dan ikut berpartisipasi dalam mencerdaskan anak bangsa.