E-Learning Sahabat USO 2.0 di Dobo

uso

Sinar matahari di Bandar udara Gwar Gwamar, Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku lamat-lamat mengusap wajah kami yang menempuh perjalanan dari Jakarta menuju Dobo selama 10 jam.

Kota ini dikenal sebagai pusat keramaian di Kepulauan Aru. Di tempat ini, kita bisa melihat penduduk di sekitaran Kepulauan Aru mencoba untuk merasakan sepotong kesenangan di rumah makan atau diskotek setelah bekerja di laut atau di ladang.

Dobo yang terletak di daerah Tenggara kepulauan Maluku merupakan daerah yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani sagu, nelayan ikan, dan peternak mutiara. Namun demikian, pengelolaan atas berbagai jenis kekayaan alam yang melimpah ini tampaknya masih dapat lebih ditingkatkan.

Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan membuka akses informasi kepada para penduduk di daerah Dobo dan sekitarnya. Seperti halnya keberadaan jalan dan infrastruktur lain yang dibangun pemerintah, kehadiran internet tak bisa dipungkiri mampu mengikis kesenjangan informasi dan membangkitkan geliat perekonomian.

Pemerintah melalui BAKTI Kominfo menggandeng DTP untuk menghadirkan akses internet di Ibukota kabupaten kepulauan Aru ini melalui program BAKTI AKSI sejak tahun 2017. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Nawa Cita yang bertujuan untuk membangun akses telekomunikasi dan Internet untuk seluruh masyarakat Indonesia, terutama yang berada di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).

Mengutip hasil survey penetrasi & perilaku pengguna internet Indonesia yang dilakukan oleh APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia), penetrasi pengguna internet di tingkat SMA mencapai angka 70,54% dan di tingkat SMP atau MTS sebesar 48,53%.

Salah satu misi menjalankan CSR DTP Sahabat USO kali ini adalah untuk memberikan sosialisasi aplikasi E-Learning Sahabat USO 2.0 yang nantinya akan meningkatkan penetrasi internet bagi para penggunanya dan diharapkan memacu aktivitas perekonomian masyarakat Dobo.

Frans M Berhitu datang dengan senyum lebar begitu kami menjejakkan kaki di Dobo. Frans Berhitu merupakan salah satu person in charge proyek akses internet BAKTI Kominfo dengan DTP yang juga merupakan guru mata pelajaran ekonomi SMKN1 Dobo.

“Tenang saja ibu, apa yang ibu berikan kepada kami itu sangat kami butuhkan seperti proyektor dan layarnya. Dan untuk ibu ketahui, hampir semua sekolah yang akan ibu kunjungi sudah siap menyambut dan membantu proses kegiatan yang ibu lakukan. Kami akan membantu sekuat dan semampu kami,” tutur Frans saat mengantar Tim Care DTP menuju hotel kami menginap.

Internet Memangkas Dana dan Waktu

Tim Care DTP dalam lawatannya kali ini membawa misi untuk mengenalkan alternatif cara belajar memaksimalkan akses internet yang telah disediakan oleh BAKTI Kominfo. Setelah pada seri sebelumnya di Sumatera dan Kalimantan, aplikasi E-Learning hanya berjalan satu arah, maka untuk seri kedua ini, tim development dari DTP melakukan serangkaian perbaikan agar proses pembelajaran E-learning bisa berjalan 2 arah.

“Aplikasi E-Learning Sahabat USO 2.0 ini lebih baik dari sebelumnya karena kami telah mengganti software yang memungkinkan untuk dikembangkan secara inhouse sehingga bisa berinteraksi secara dua arah baik audio dan visualnya. Selain berinteraksi 2 arah, pergantian software ini mengurangi video delay yang terjadi di seri sebelumnya, “jelas Slamet Budiono selaku Manajer Development DTP.

Kami memilih SMKN 1 Dobo untuk menjadi tempat yang pertama kali dikunjungi. Tarian Tanimbar Yakyakit, menyambut kedatangan kami yang memulai presentasi menjelaskan sekelumit tentang DTP dan aplikasi E-Learning Sahabat USO 2.0.

Tim DTP Care juga memberikan barang-barang penunjang untuk melangsungkan aplikasi E-Learning Sahabat USO 2.0 berupa sound system speaker, layar dan webcam. Beragam piranti ini diharapkan mampu mendongkrak penggunaan akses internet, khususnya untuk aplimasi E-Learning Sahabat USO 2.0.

Wulan Silvana Erubun dan Getruida Juliendo Kifta merasakan betul manfaat kehadiran internet di sekolahnya. Pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya belum terjawab lewat buku, kini para siswi bisa mendapat jawaban dengan cepat karena adanya internet. “Dengan adanya fasilitas internet dari BAKTI dan DTP, kami bisa lebih mudah dalam mengerjakan tugas yang diberikan,” jawab Wulan.

Lain halnya dengan Getruida yang menjelaskan kehadiran internet di sekolahnya membuat segalanya lebih efisien dari mulai waktu sampai dana.Keesokan harinya, penggabungan peserta antara pelajar SMP dan SMA Yos Sudarso menambah keseruan acara meski sempat terjadi pemadaman listrik sesaat. Di sela-sela menunggu listrik kembali menyala, pelajar gabungan ini menampilkan bakat mereka.

Sesi live streaming berjalan tanpa hambatan yang berarti. Baik Tim Care yang bertugas di Jakarta dan di Dobo berinteraksi dengan lancar untuk menjelaskan kepada Sahabat USO keunggulan sistem belajar ini karena bisa mengajukan secara interaktif

Badansa di Dobo

Maluku, sebuah gugusan pulau di mana Chairil Anwar menulis sepotong larik dari puisinya yang berkisah penduduk pulau itu untuk menari untuk beria dan melupa masalah. Sambutan hangat yang sedari awal sudah disebut kami dapati di sekolah-sekolah yang kami kunjungi.

Tak hanya menarikan tarian tradisional, tarian K-Pop juga dipentaskan dan mengajak tim care DTP untuk menari bersama. Pertukaran budaya lintas negara ini dimungkinkan terjadi karena adanya infrastruktur internet.

Siswa bernama Dio Pratama Putra Matruty dari SMPN 1 Dobo memaksimalkan betul akses internet dari BAKTI dan DTP untuk mencari bahan tulisan. Siswa kelas IX-1 ini acapkali dikirim sekolahnya untuk mengikuti kejuaraan public speaking di Bali hingga Jakarta.

“Kehadiran internet di sekolah ini sangat membantu kami untuk menyelesaikan tugas atau mencari hal-hal positif lainnya sehingga nantinya bisa memajukan SMPN 1 Dobo. Kami juga sangat senang dengan fasilitas penunjang yang kakak-kakak DTP berikan karena kami kami bisa semakin maju dan modern teknologi ini, presentasi tadi juga menarik,” jelas Dio.

Teknologi dan kemauan berubah mengikuti perkembangan zaman adalah dua pilar kekuatan yang akan membawa seseorang naik ke level selanjutnya. DTP yang mendapat kepercayaan dari BAKTI Kominfo turut bangga bisa berkontribusi untuk menautkan koneksi agar anak-anak negeri bisa berdikari. (M/R)